Blog e Muhammad Hari

ngeblog yo ngeblog ning ojo ngeblog

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

mengingat kembali kelahiran

without comments

Makan siang hari ini telah diniatkan untuk bersama dengan rekan-rekan sekerja.
Berfikir tentang kelahiran: berjarak, meski telah menyaksikan.
Belajar tentang kelahiran: bagaimana, wong tidak merasakan.
Berbagi tentang kelahiran: 3 cerita yang berbeda.
Berbebas tentang kelahiran: penghargaan pada perempuan terdekat: ibu dan istriku.
 
@ INA – 220307 – 3.01 pm
 

Written by muhammadhari

March 22, 2007 at 8:59 am

Posted in Uncategorized

Menyisip-FInA-Wageningen.01

without comments

Kilas Balik.01

Ini foto bersama terakhir kawan-kawan kursus Food Industry and Agribusiness di Wageningen International, sebelum pisah, bubaran, pulang ke negara masing-masing.

Selalu saja, seusai momen bersama, energi untuk berbagi kemudian jatuh peringkatnya dalam urutan prioritas.

Kesibukan kegiatan dan kerja utama menggantikannya.

beruntung masih ada rantai penghubung lewat mailing list.

@ INA – 220307 – 1.55 pm

Written by muhammadhari

March 22, 2007 at 8:23 am

Posted in Uncategorized

Menyisip-FInA-Wageningen.02

without comments

Kilas Balik.02

Membagi informasi mengenai kerja di Horticultural Partnership Support Program/HPSP serta mempromosikan Indonesia di hadapan rekan-rekan peserta training Food Industry and Agribusiness di Wageningen International.
Belum semua orang mendengar dan melihat langsung kelimpah ruahan alam Indonesia (tentu saja), bahkan iseng-iseng menengok secara maya.
Lewat paparan ini, gagasan dan pembelajaran tersebarkan. Mengingatkan ada hutang janji informasi tentang hitungan biaya pembuatan rumah hijau (greenhouse) untuk kawan dari Philipina.
@ INA – 220307 – 2.15 pm

Written by muhammadhari

March 22, 2007 at 8:14 am

Posted in Uncategorized

Value Chain Management.01

without comments

Frase ini menggema terus.
Memunculkan kepenasaran yang akut. Beberapa situs sudah disinggahi. Pijar-pijarnya sudah mencerahkan sebagian sel kelabuku.
 
Ini salah satu definisi pendek VC, maaf masih dalam bahasa Inggris agar “rasa” masih terasa:
“a value chain is a string of companies or collaborating players who work together to satisfy market demands for specific products or services”
 
Kenapa harus memikir ulang konsep rantai nilai tradisional yang selama ini berlaku? Ini salah satu alasannya:
 
“In creating integrated supply chains, companies must re-think how they view their customers and suppliers. They must concentrate not just on maximizing their own profits, but also on how to maximize the success of all organizations in the supply chain. Strategic priorities must consider other key alliance partners that contribute value for the end customer. tactical and operational plans should be continuosly shared and coordinated. Instead of encouraging companies to hold their information close, trust-building processes promote the sharing of all forms of information possible that will allow supply chain members to make better decisions. Whereas traditional accounting, measurement, and reward system tend to focus on individual organizations, a unified set of supply chain performance metrics should be utilized as well. Finally, instead of “pushing products” into the supply channel, thereby creating excess inventories and inefficient use of resources, consultative sales processes and “pull” system should be utilized”
 
@ina-220307

Written by muhammadhari

March 22, 2007 at 6:45 am

Posted in Uncategorized

Knowing Culture through Their Foods

without comments


Akhir pekan pertama. Kenalan lebih jauh budaya Dutch. Apa lagi yang lebih tepat kecuali kenalan lewat makanan.
Dari yang tawar, manis, hingga gak karuan rasa di lidah Indonesia.

@ wag – 29 Oct 2006 – 22:41

Written by muhammadhari

October 29, 2006 at 9:44 pm

Posted in Uncategorized

Colorful and Fruitful

without comments

24 peserta dari 17 negara yang berbeda dipertemukan dan disambungkan dalam wacana berbagi oleh seorang pakar dari negara yang lain juga. Hari ketiga kursus terasa (masih) menjanjikan dan menggembirakan.

@ Wag – 29 Oct 2006 – 22:14

Written by muhammadhari

October 29, 2006 at 8:59 pm

Posted in Uncategorized

Post Harvest Technology Lecture

without comments


Usianya nyaris 70 tahun. Alur papar, bahasa tubuh, kecermatan logika samasekali menampilkan performa yang menyangsikannya. Simon Schouten trengginas mengupas seluk beluk teknologi pasca panen untuk komoditas hortikultura: sayur; bunga; buah dengan contoh kasus riset intensif ataupun pengalaman empiris, salah satunya sebagai pakar sukarelawan lewat program PUM.
Walhasil aku setidaknya jadi akrab dengan istilah teknis macam “keepability”, “ULO” (Ultra Low Oxygen, bukan ulo – ular), Controlled Atmosphere dan sekian taburan singkatan.

@ Wag – 29 Oct 2006 – 00:16

Written by muhammadhari

October 28, 2006 at 10:05 pm

Posted in Uncategorized

Multinationalities: God’s masterpiece to understand one and another

without comments

Hari kedua ada seminar di tempat lain masih dalam lingkung Wageningen University. Seminar tentang sudut pandang antropologi dalam melihat transisi perubahan komoditas dan interrelasi di dalam komunitas Indian Maya di sebuah kota kecil Guatemala. Judulnya provokatif: “Broccoli and Desire: Markets and Moralities in the Maya Highlands”.
Di stasiun bis menuju lokasi, interrelasi lain pun mulai. Sekian peserta dengan latar berbeda menjadi mosaik di gambar ini. Masing-masing dari 1 negara yang berbeda, dipertemukan Tuhan dalam acara yang sama, melalui tangan yang tak sama, untuk memuali perjalanan pemahaman.
@Wag – 28 Oct 2006 – 23:48

Written by muhammadhari

October 28, 2006 at 9:27 pm

Posted in Uncategorized

Identity Cards: where are you?

without comments


@Wag – 28 Oct 2006

Written by muhammadhari

October 28, 2006 at 9:23 pm

Posted in Uncategorized

Identity Cards

without comments

Hari pertama kursus tiap orang diambil fotonya. Salah satunya untuk sumber sertifikat nanti. Buatku, penting menyambangi satu persatu secara personal, menyalami mereka dan mengenalkan diri serta, belajar dari orang Jepang, berbagi kartu nama. Alasan pertama agar tidak salah sebut nama dan yang lain agar ada acuan tertulis untuk komunikasi selanjutnya. Mendengar nama saja 80% membawa kesalahan dan yang jelas kelupaan.
Tapi di hari kedua, ada satu cara partisipatif, dan baru buatku, yang diperkenalkan oleh koordinator kursus agar satu sama lain saling tahu dan kenal.
Kami dipasangkan dengan kawan duduk sebelah untuk saling mengabstraksi 4 hal: gambar wajah dan asal negara, nama dan artinya, hal yang dilakukan seusai waktu kerja dan hal penting lain tentang diri yang perlu diketahui orang lain.
Hasilnya?
Tidak terlalu mengecewakan, bahkan beberapa punya bakat seni terpendam.

@Wag-28 Oct 2006

Written by muhammadhari

October 28, 2006 at 2:51 pm

Posted in Uncategorized